Mengetahui tentang sejarah cukup penting untuk kita di era saat ini, karena dengan sejarah kita bisa mendapatkan sudut pandang baru. Misalnya kita akan tahu bagaimana dahulu orang-orang berinteraksi atau bersosialisasi satu sama lain hingga mereka membuat sejarah yang hingga kini masih terabadikan melalui sebuah monumen dan sebagainya.

Palangka Raya tentu memiliki tempat-tempat bersejarah sendiri. Walaupun tidak seperti kota-kota lainnya, Kota Palangka Raya yang lahir setelah kemerdekaan Republik Indonesia juga memiliki tempat-tempat yang menarik untuk didatangi atau diceritakan.

Nah berikut tiga tempat bersejarah yang ramai dikunjungi yang ada di Kota Palangka Raya;

1. Monumen Tugu Soekarno (Jl. S. Parman)

Pada tanggal 17 Juli 1957 tiang pertama pembangunan Kota Palangka Raya diresmikan oleh Presiden Pertama Indonesia yaitu Bapak Ir. Soekarno. Pada saat pidatonya beliau menyampaikan bahwa suatu hari nanti ingin menjadikan Kota Palangka Raya sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia. Beliau meyakini bahwa Kota Palangka Raya bisa menjadi modal dan model yang layak untuk menjadi Ibukota Negara Indonesia. Namun ternyata hingga kini semua itu masih dalam wacana disetiap peralihan tampuk kepemimpinan.

Menarik bukan, sejarah dibalik Monumen Tugu Soekarno hingga kini. Maka dari itu, tak heran disetiap kunjungan wisatawan dari luar kota Palangka Raya selalu mendatangi monumen ini. bahkan masyarakat kota Palangka Raya sendiri sering menghabiskan waktu sore bersama keluarga, teman ataupun sahabat. Karena melihat perubahan wajah taman yang baru direnovasi sehingga terlihat bersih dan teduh dengan beberapa tempat duduk yang rindang dibawah pohon.

2. Rumah Tjilik Riwut Resto (Jl. Jendral Sudirman No. 1)

Bapak Tjilik Riwut adalah Pahlawan Nasional Indonesia yang berasal dari Kalimantan Tengah. Semasa hidupnya beliau sangat berperan aktif dalam bergabungnya Pulau Kalimantan ke dalam pelukan Ibu Pertiwi (Republik Indonesia). Walaupun beliau bukan Gubernur Kalimantan Tengah yang Pertama, namun saat beliau memimpin Kalimantan Tengah, banyak pembangunan-pembangunan yang beliau lakukan untuk merubah wajah dari hutan belantara menjadi sebuah wilayah yang tertata rapi.

Nah momen-momen disaat beliau memimpin Kalimantan Tengah banyak terabadikan melalui foto yang bisa kita lihat di rumah yang dahulu beliau tinggali dan kini sudah beralih fungi menjadi Gallery dan Resto. Selain menyediakan makanan dan minuman lokal khas Kalimantan Tengah, disini juga terkadang menjadi venue untuk pertunjukan-pertunjukan yang bertemakan budaya.

Maka tidak heran Rumah Tjilik Riwut Gallery dan Resto selalu menjadi persinggahan wajib bagi wisatawan lokal dan mancanegara yang pertama kali datang ke tanah Tambun Bungai.

3. Cagar Budaya Sandung Ngabe Sukah (Jl. Dr. Murjani)

Sandung adalah bangunan kecil yang terbuat dari kayu ulin dan bertiang empat, dua atau satu. Fungsi dari Sandung adalah sebagai persemayaman orang yang telah meninggal. Bangunan Sandung dibuat khusus untuk satu keluarga di dalam satu keturunan. Jadi, keluarga yang berasal dari keturunan yang lain tulangnya tidak dapat dimasukkan ke dalam Sandung yang sama. Masing-masing keluarga di Suku Dayak Kaharingan memiliki satu bangunan Sandung. (Kemendikbud).

Ngabe Sukah sendiri adalah tokoh masyarakat yang menjadi pemimpin desa Pahandut. Beliau juga keturunan dari tokoh pendiri desa Pahandut, yakni Bapa Handut. Desa Pahandut sendiri adalah cikal bakal adanya kota Palangka Raya, sekarang sudah menjadi sebuah Kelurahan. Maka tidak heran Kelurahan Pahandut menjadi salah satu kelurahan yang padat penduduk.

Bagi mereka yang singgah ke kawasan cagar budaya ini, mereka akan melihat bangunan Sandung Ngabe Sukah, beberapa patung yang menggambarkan sosok Ngabe Sukah dan juga keluarga beliau. Jadi kawasan cagar budaya sandung ngabe suka selalu menjadi kunjungan wajib bagi mereka yang berkunjung ke Kota Palangka Raya.

Jadi, itulah 3 (tiga) tempat bersejarah di Kota Palangka Raya yang sampai saat ini masih ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara. Buat kalian yang belum pernah datang ke Kota Palangka Raya, tiga tempat diatas wajib kalian masukkan di list kunjungan. (Ibnu Rasyid, 2018)