Perda Ripparda dan Perda Penyelenggaraan Kepariwisataan Disosialisasikan

Setelah melalui proses selama satu tahun, akhirnya Kota Palangka Raya memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Palangka Raya tahun 2017-2028 dan Perda Tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan. Dengan adanya kedua Perda tersebut, sektor pariwisata diharapkan bisa lebih tertata, tentunya akan lebih mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Cantik Palangka Raya.

Sejak diundangkan, kedua payung hukum mulai disosialisasikan Rabu 30/08/2017 di Aula Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya dan dibuka secara resmi oleh Plt Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Ir H Kandarani didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah,Dr. Guntur Talajan, Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, H. Rusliansyah, SE, M.AP, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya, Hj Norma Hikmah,M.Si dihadapan Camat, Lurah, pelaku usaha wisata dan sejumlah tokoh masyarakat Kota Palangka Raya.

Perda Nomor 11 Tahun 2017 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Palangka Raya tahun 2017-2028 mengatur 4 (empat) hal diantaranya Destinasi Pariwisata, Pemasaran Pariwisata, Industri Pariwisata dan Kelembagaan Pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya, Hj Norma Hikmah, M.Si mengatakan, Perda Ripparda merupakan rancangan besar pariwisata di Kota Palangka Raya untuk 10 tahun ke depan, agar pembangunan seluruh sektor pariwisata dapat lebih tertata. “Perda Ripparda, juga merupakan pondasi bagi kemajuan pariwisata di Kota Palangka Raya,”katanya.

Dijelaskan Norma, dalam Perda Ripparda mengatur rencana dan strategi pembangunan dalam dua tahapan. Tahap  satu tahun 2017 – 2022 sedangkan tahap dua tahun 2023 -2028.

Perda Ripparda juga memuat tentang Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) Kota Palangka Raya yang meliputi KSP 1-KSP Sei Gohong, dengan tema pengembangan pariwisata  Konservasi. KSP 2-KSP Tumbang Tahai, dengan tema pengembangan pariwisata Edukasi ( pendidikan budaya, pendidikan konservasi). KSP 3-KSP Pahandut, dengan tema pengembangan pariwisata Rekreatif ( wisata kuliner, wisata keluarga). KSP 4-KSP Kalampangan, dengan tema pengembangan pariwisata berbasis lingkungan atau Ekowisata 

Perda kedua yang juga disosialisasikan adalah Nomor 10 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan mengatur asas fungsi dan tujuan kepariwisataa Kota Palangka Raya, prinsif penyelenggaraan usaha pariwisata, Badan Promosi Pariwisata Daerah, peran serta masyarakat, pembinaan dan pengawasan, sanksi administratif, ketentuan pidana dan ketentuan penyidikan.  (Alamsyah)

 

Dari kiri, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Guntur Talajan, Plt Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Ir H Kandarani, Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, H. Rusliansyah, SE, M.AP, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya, Hj Norma Hikmah,M.Si saat Sosialisasi Perda Ripparda dan Perda Penyelenggaran Kepariwisataan di Aula Kecamatan Pahandut, 30/08/2017 (Foto : Alamsyah)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *