Taman Nasional di Indonesia memiliki keragamannya masing-masing. Baik itu keragaman flora maupun fauna. Namun ada beberapa taman nasional yang memiliki spesies endemik di wilayahnya. Misalnya Taman Nasional Ujung Kulon dengan Badak Jawanya yang langka, lalu ada Taman Nasional Komodo dengan Komodonya yang begitu terkenal ke penjuru dunia, selanjutnya ada Taman Nasional Tanjung Puting dan Taman Nasional Sebangau sebagai rumah aslinya Orang Utan, spesies yang secara genetik hampir mirip dengan manusia.

Bagi kalian yang tinggal di Kota Palangka Raya, maka kalian sangat beruntung sebab pintu gerbang untuk masuk ke Taman Nasional Sebangau tidak begitu jauh dari pusat kota. Karena secara wilayah Taman Nasional Sebangau masuk dalam 2 (dua) kabupaten dan 1 (satu) kota yakni, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Katingan dan Kota Palangka Raya. Dengan waktu tempuh kurang lebih 20 menit, kalian akan sampai di Dermaga Kereng Bangkirai dan disitulah letak pintu gerbang Taman Nasional Sebangau.

Lalu ada apa aja di Taman Nasional Sebangau? Ngapain aja kalo kesana?

Jawabannya banyak. Pertama kalian akan melewati sungai air hitam yang terkenal untuk menuju pos pertama dengan menggunakan perahu tradisional menggunakan mesin. Lalu kalian bisa melakukan trekking di tanah gambut, dengan jarak tempuh yang bisa kalian pilih. Selanjutnya selama trekking kalian akan melihat berbagai jenis Kantong Semar, Bunga Anggrek dan juga bisa mengamati berbagai jenis burung, salah satunya Burung Enggang yang sangat terkenal. Serta kalau kalian beruntung, kalian akan melihat Orang Utan yang masih liar. Eits, tenang saja, kalau kalian masuk ke Taman Nasional Sebangau kalian akan di temani oleh seorang ranger atau pemandu lokal, demi keamanan dan keselamatan kalian.

Sewaktu trekking kalian akan benar-benar merasakan dengan alam. Mendengar berbagai suara jenis burung yang saling bersahutan, suara daun yang terkena angin sambil melihat bunga anggrek yang cantik. Selain itu juga kalian akan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan baru tentang flora dan fauna yang ada di Taman Nasional Sebangau dari pemandu kalian nantinya.

Nah menarik, bukan?

Jadi, kapan kalian ke Taman Nasional Sebangau?

(Ibnu Rasyid, 2018)