Palangka Raya- Disbudpar, Cagar Budaya dalam UU Nomer 11 tahun 2010 tentang Cagar Budata, definisi Cagar Budaya disebutkan sebagai warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan (sumber : kebudayaan.kemendikbud.go.id).

Kota Palangka Raya memiliki beberapa situs cagar budaya yang masih terjaga hingga hari ini. Tersebar di beberapa kecamatan yang ada, situs cagar budaya tersebut memang memiliki sejarah yang bernilai tinggi karena selalu berkaitan atau pun memiliki cerita dengan lokasi yang ada didaerah tersebut.

Kelurahan Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit terdapat 2 (dua) situs cagar budaya yang masih bisa kita temui apa bila kita berkunjung ke sana. Kedua situs cagar budaya tersebut yakni Sandung Bawi Kuwu dan Rumah Tua Mahin. Untuk situs cagar budaya Sandung Bawi Kuwu memiliki cerita sejarah yang menarik untuk diketahui sehingga itu menjadi daya tarik tersendiri, bahkan cerita tentang Bawi Kuwu kerap di abadikan untuk sebuah lukisan.

Dan untuk Rumah Tua Mahin yang mana baru saja selesai pemugaran tahap pertama juga memiliki nilai sejarah yang tinggi. Karena bentuk dari segala sudut bangunan yang seluruhnya terbuat dari kayu ini menarik untuk dilihat dan diketahui sejarahnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Hj. Norma Hikmah, M.Si., melalui Kepala Seksi Pengembangan Promosi Pariwisata Dalam dan Luar Daerah, Agustina Titin, SE., melakukan kunjungan langsung ke dua situs cagar budaya tersebut pada Selasa (19/2/2019). Beliau mengatakan saat ini kita sedang gencar mempromosikan objek-objek wisata dan situs-situs cagar budaya yang ada di Kota Palangka Raya melalui media sosial milik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya.

Selanjutnya beliau mengatakan, langkah tersebut dilakukan mengingat masyarakat saat ini memiliki akun pribadi di media sosial dan selalu beraktivitas disana. Oleh sebab itu, diharapkan dengan promosi ini bisa menggerakkan masyarakat untuk berwisata di daerah sendiri, tutupnya. AdminIR