Danau Tahai merupakan obyek wisata alam andalan masyarakat Kota Palangka Raya khususnya masyarakat setempat. Jarak tempuh dari pusat Kota kurang lebih 28 km arah Tangkiling dengan memakan waktu sekitar 20 menit. Lokasi danau ini memang sedikit agak masuk ke dalam, tepatnya sekitar 3 km dari pinggir jalan raya. Namun wisatawan tidak perlu cemas, karena untuk menuju ke lokasi aksesnya sudah cukup mudah. Wisatawan bisa menggunakan kendaraan umum, pengunjung juga dapat menuju lokasi dengan menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat. Aksesnya memang sangat mudah karena jalan menuju objek wisata ini sudah beraspal dan cukup bagus.

Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat sekitar ada 2 versi yang berkembang mengenai asal-muasalnya danau ini. Versi pertama menyatakan bahwa Danau Tahai ini terbentuk karena akumulasi genangan air di lokasi penambangan pasir. Sedangkan versi kedua adalah karena adanya perubahan aliran Sungai Kahayan, sehingga mengakibatkan genangan air yang tidak mengikuti aliran sungai tersebut. Namun, dari kedua versi tersebut sampai saat ini belum ada data resmi mengenai terbentuknya Danau Tahai ini. Memang di daerah Kalimantan Tengah khususnya Kota Palangka Raya banyak sekali terdapat danau. Namun kebanyakan masyarakat lebih memilih Danau Tahai sebagai salah satu tujuan wisatanya. Hal ini dikarenakan di danau ini memiliki beberapa keistimewaan tersendiri dari pada danau-danau lainnya di daerah Kota Palangka Raya. Keistimewaan tersebut adalah danau ini memiliki warna air yang berbeda yakni berwarna merah kehitaman. Berdasarkan hasil penelitian, warna merah tersebut terbentuk karena airnya berasal dari air tanah gambut dan akar-akar pohon di lahan gambut tersebut. Keistimewaan lainnya adalah pemandangan di sekitar danau yang sangat memukau karena para wisatawan dapat menyaksikan pemandangan yang unik, yakni pemandangan rumah-rumah terapung yang oleh masyarakat sekitar disebut dengan rumah lanting, ditambah lagi panorama pohon-pohon rindang disekitar danau dan pendopo-pendopo tempat beristirahat.

Berbagai fasilitas yang dapat digunakan atau disewa, seperti sepeda angsa, perahu dayung, tempat karaoke, rumah makan, musholla, lahan parkir yang memadai dilengkapi pos keamanan dan bagi para pengunjung yang ingin menginap. Di lokasi objek wisata ini juga terdapat penginapan berupa rumah dengan kisaran harga mulai dari Rp 75.000,- hingga Rp 200.000,- per malam. Berjarak sekitar 1 km dari Danau Tahai ini juga terdapat penangkaran Orang Utan Nyaru Menteng. Penangkaran ini milik Yayasan BOSF (Borneo Orangutan Survival Foundation). Namun sayangnya penangkaran ini tidak dibuka untuk umum karena bukan suatu tujuan obyek wisata. Tetapi para wisatawan tidak perlu kecewa karena wisatawan masih bisa melihat orang utan di Pulau Kaja yang terletak di Desa Sei Gohong. Jadi tunggu apa lagi ayo kunjungi dan nikmati keindahan alam Danau Tahai.(abe)