Butuh Sinergi Mengedukasi Masyarakat dan Wisatawan Memahami Pariwisata Bertanggung Jawab

Palangka Raya-Disbudpar, Membangun jaringan antar stakeholders kepariwisataan  merupakan suatu kebutuhan dalam menghadapi perkembangan dunia kepariwisataan yang semakin hari semakin meningkat. Peran serta semua pihak diperlukan untuk mengembangkan destinasi pariwisata di daerah. Perubahan yang ada menuntut kita untuk menciptakan inovasi kreatif sehingga mampu berkoordinasi dan menjaga eksistensi alam yang merupakan modal utama pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya, Hj. Norma Hikmah, M.Si (Rabu, 06/12/2017) mengungkapkan, pariwisata adalah suatu bidang multi dimensi yang memerlukan sinergi atau kerjasama antar stakeholders terkait di dalamnya. Membangun jaringan antar stakeholders merupakan suatu cara untuk membangun pariwisata daerah yang terintegrasi, karena melalui kerjasama yang baik arah pengembangan kepariwisataan daerah dapat jelas dan stakeholders tidak terkesan bekerja sendiri-sendiri.

Objek wisata yang ada di Kota Palangka Raya menurut Norma Hikmah, kebanyakan merupakan objek wisata alam yang sangat rentan mengalami kerusakan daya dukung lingkungan akibat perilaku masyarakat dan wisatawan yang berkunjung. “Hal ini memerlukan kerjasama  antar stakeholders untuk mengawasi dan mengedukasi masyarakat dan wisatawan dalam menjaga objek wisata alam yang ada di Kota Palangka Raya,” jelasnya.

Ditambahkan, berbagai macam cara dapat dilakukan agar pesan edukasi ini sampai ke masyarakat dan wisatawan. Tehnik yang dapat dilakukan untuk mengedukasi masyarakat dan wisatawan dapat melalui media sosial, siaran radio, berita di media cetak dan website adalah. Bantuan dari berbagai lini stakeholders sangat diperlukan, karena menjaga lingkugan dan alam yang merupakan modal pariwisata di Kota Palangka Raya.

Sebangau Jadi Spot Wisata Unggulan

Salah satu destinasi wisata adalah Taman Nasional Sebangau yang terletak di Kelurahan Kereng Bangkirai. Objek wisata tersebut merupakan spot unggulan berupa wisata alam yang ada di Kota Palangka Raya.

Taman Nasional Sebangau memang sedang berkembang akhir-akhir ini, destinasi yang mengandalkan keindahan alam, flora dan fauna tersebut, menjadi destinasi favorit bukan hanya warga Kota Palangka Raya bahkan wisatawan luar daerah dan mancanegara.

Wisatawan dapat menikmati pemandangan alam di sekitar Dermaga Wisata, berjalan-jalan disekitar pemukiman penduduk yang dicat warna warni (kampung pelangi), mencoba fasilitas sepeda air, lanting wisata susur sungai, menaiki kelotok wisata hingga jungle tracking ke Taman Nasional Sebangau.

Melihat perkembangan tersebut, maka diperlukan usaha dan kerjasama dari semua stakeholders untuk mengedukasi masyarakat dan wisatawan yang ada di lokasi dalam hal menjaga lingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak fasilitas (aksi vandalisme), tidak mengambil flora dan fauna yang ada di lokasi objek wisata serta menghindari bahaya kebakaran lahan. Hal ini harus dilaksanakan berkelanjutan agar perdikat yang diberikan Balai Taman Nasional Sebangau kepada Kota Palangka Raya sebagai Kota Taman Nasional semakin dikenal didalam maupun diluar daerah.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bekerjasama dengan Pokdarwis Kereng Bangkirai, Komunitas Palangka Raya Clean Action dan Komunitas Green Generation Palangka Raya, Minggu (03/12/2017), telah melakukan Kegiatan berupa gerakan pungut sampah di sekitar lokasi dermaga wisata Kereng Bangkirai, edukasi melalui media cetak dan himbauan langsung kepada masyarakat dan wisatawan untuk tidak merusak lingkungan, serta tidak membuang sampah sembarangan. Gerakan ini akan dilakukan berkelanjutan, agar pesan edukasi pariwisata bertanggung jawab dapat merubah pola pikir masyarakat dan wisatawan untuk bersama menjaga lingkungan hidup. (Endri Sukah)

Diperlukan Pemimpin Kreatif Dan Inovatif Memajukan Pariwisata Daerah

Palangka Raya, Disbudpar-Potensi daerah tidak akan berarti apa-apa jika tidak diimbangi dengan kepemimpinan yang kreatif dan inovatif. Pemimpin harus mampu mendayagunakan potensi daerah yang dimiliki bagi kepentingan masyarakat.

Salah satu daerah sukses dan telah mampu mendayagunakan potensi daerah yang luar biasa adalah Kabupaten Banyuwangi, selain didukung sumber daya alam, tak kalah penting sumber daya manusia, terutama pemimpin yang jauh punya visi dan misi kedepan untuk  membangun daerah.

Hal tersebut terungkap pada seminar nasional di Swisbell Hotel Danum, Kota Palangka Raya, Selasa (24/10/2017) oleh nara sumber Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, MY Bramuda. Seminar tersebut mengangkat tema ‘Mendorong Pariwisata Kalimantan Tengah dalam Rangka Diversifikasi Sumber Pertumbuhan Ekonomi’.

Kesuksesan kabupaten berjuluk ‘sunrise of java‘ itu memang tak diragukan lagi, dan telah diakui dunia, menurut MY Bramuda, salah satunya menerima penghargaan Badan Pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa (The United Nations World Tourism Organization/UNWTO) dalam ajang 12th UNWTO Awards Forum di Spanyol 2016. Banyuwangi menyabet UNWTO Awards for Excellence and Innovation in Tourism untuk kategori ‘Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola’.

Dijelaskan dia, beragam strategi pemasaran sebagai benchmarking yang dilakukan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, telah mampu mengangkat pamor daerah. Selain menjadi destinasi wisata unggulan, Banyuwangi juga dilirik sebagai tempat berinvestasi karena dinilai salah satu daerah yang paling inovatif dan sadar marketing, serta telah berhasil menyinergikan pengembangan destinasi wisatanya dengan stakeholder, termasuk dengan BUMN melalui penerapan 4 pilar kunci peningkatan kinerja pariwisata, yakni Aksessibilitas, Amenitas, Atraksi dan Komitmen.

“Banyuwangi dulu identik dengan kota santet dan kota transit sebelum ke Bali, bahkan yang lebih ekstrim adalah kota “kencing”. Sekarang bagaimana kami bersinergi hingga menjadi sebuah kabupaten percontohan, karena dianggap merupakan daerah yang sudah mampu membawa perubahan kearah yang lebih baik untuk masyarakatnya melalui aktivitas pariwisata,”ungkap MY Bramuda.

Berbagai kemajuan tersebut kata dia, sudah dirasakan bersama oleh semua lapisan masyarakat, bagaimana tingkat kemiskinan jauh menurun. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka kemiskinan terbaru kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Jawa itu tercatat 8,79 persen, turun dari tahun sebelumnya yang sebesar 9,17 persen.

Dijelaskan, dalam kurun waktu 6 tahun Banyuwangi sudah banyak berubah, dari image kota santet menjadi kota digital. Bahkan berbagai tempat destinasi wisata Banyuwangi kini sudah sangat dikenal, baik wisatawan lokal maupun mancanegara, dan sudah mampu menyelenggarakan event/festival sebanyak 72 kali setiap tahunnya. Dengan berbagai event tersebut, dipastikan ada dalam setiap minggunya. Sekarang Banyuwangi bukan lagi hanya menjadi kota transit, tapi menjadi kota tujuan wisata setelah Bali.

Banyuwangi juga dinilai telah mampu mengaplikasikan teknologi informasi dalam menunjang aktivitas pemerintahan, berbagai fasilitas sosial media telah dimanfaatkan dengan baik. Dalam hal promosi wisata daerah menempatkan 1000 anak muda kreatif yang membantu mempromosikan daerah dengan berbagai media.

“Bagaimana mengkolaborasi fokus pada pencapaian hasil yang ingin dicapai. Ego sektoral menjadi kendala utama birokrasi di Indonesia, membangun daerah adalah hasil kolaborasi dari semua pihak, Banyuwangi sukses mengalahkan Ego sektoral tersebut. Sehingga terbangun super tim yang handal,”katanya.

Bupati Banyuwangi ditambahkan dia, juga menunjukkan spirit marketing dalam kesehariannya dan mempunyai jiwa leadership yang mampu mendorong perubahan PNS secara baik. “Karena kami sadar pemasaran daerah adalah hal strategis yang harus dilakukan untuk memajukan daerah. Bahkan, Pak Bupati memosisikan dirinya sebagai seorang salesman bagi Banyuwangi dalam berbagai forum dan kesempatan buktinya sudah mendapat pengakuan dunia dengan meraih berbagai penghargaan,”pungkasnya.

Seminar sehari yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tersebut, menghadirkan 4 nara sumber, yakni Suparjo pejabat Kementerian Pariwisata, I Gede Ardika Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata yang juga mantan Menteri Pariwisata, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah Guntur Talajan dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi . (Alamsyah)

 

Kesadaran Masyarakat Modal Utama Pengembangan Pariwisata

Palangka Raya, Disbudpar-Keindahan alam yang dimiliki sebagian besar wilayah Kota Palangka Raya, mampu memberikan potensi wisata alam yang menjadi magnet bagi wisatawan datang berkunjung ke daerah ini. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya, Hj. Norma Hikmah menilai, kesadaran dan kerjasama yang baik semua pihak termasuk masyarakat untuk mengembangkan potensi yang ada, merupakan modal utama pengembangan pariwisata.

Hal tersebut disampaikan Norma Hikmah pada saat membuka Pelatihan Dalam Rangka Peningkatan Sumber Daya Manusia Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya di Lokasi Wisata Kereng Bangkirai, Senin 18/09/2017.

“Masyarakat harus mempunyai kesadaran dan rasa memiliki, kemudian secara bersama-sama mengatur pengelolaan usaha jasa pariwisata, sehingga semua dapat menikmati manfaat dari aktivitas kepariwisataan, sekaligus menjaga keberlanjutan yang sustainable selaras dengan Sapta Pesona,”kata Norma.

Ditambahkan, adanya kesadaran masyarakat akan potensi wisata yang dimiliki menjadi salah satu faktor pendukung utama bagi kenyamanan wisatawan itu sendiri, belum lagi keasrian dan kealamian objek wisata akan menjadi atraksi nilai tambah bagi kegiatan wisata alam terutama wisata minat khusus. 

Kegiatan Pelatihan Dalam Rangka Peningkatan Sumber Daya Manusia Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif tersebut, diikuti sebanyak 60 orang peserta yang berasal dari pelaku usaha ekonomi kreatif, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta unsur berbagai bidang yang terkait lainnya.

Kegiatan Pelatihan menghadirkan nara sumber dari Central Borneo Guide, Yuyun Pratiwi, berkaitan dengan pengetahuan umum tentang kepariwisataan. Kegiatan pelatihan juga dilanjutkan dengan peragaan cara pembuatan cendramata berupa anyaman purun yang digunakan sebagai kemasan ikan kering yang diperagakan oleh Pokdarwis setempat. (Alamsyah)

Pelatihan Dalam Rangka Peningkatan Sumber Daya Manusia Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya di Lokasi Wisata Kereng Bangkirai, Senin 18/09/2017. (Foto : Alamsyah)

 

 

 

Bangga! Indonesia Menang Dua Kategori Kompetisi Video Pariwisata UNWTO 2017

Palangka Raya, Disbudpar-Video promosi pariwisata Indonesia seperti diberitakan sebelumnya [highlight](https://disbudpar.palangkaraya.go.id/ayo-dukung-indonesia-di-kompetisi-video-pariwisata-unwto-2017/[/highlight]) akhirnya juara dan meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang United Nations World Tourism OrganizationUNWTO) Video Competition 2017. Indonesia keluar sebagai winner UNWTO Video Competition 2017 di dua kategori Region East Asia and Pacific dan People’s Choice Award.

Mengutif laman resmi twitter Kementrian Pariwisata Republik Indonesia @Kemenpar_RI, Dua penghargaan tersebut diserahkan dalam acara 22nd UNWTO General Assembly yang digelar di Intercontinental Century City Convention Center Hotel, Chengdu, China. Jumat (15/9/2017) yang diterima langsung oleh Mentri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya.

Usai menerima penghargaan, Arief mengungkapkan, video pariwisata Indonesia mengalahkan 63 video pariwisata lain di dunia. Melalui video yang diunggah ke lini masa dia juga mengucapkan Selamat dan berterimakasih untuk Rakyat INDONESIA, “Maju Serentak Tentu Kita Menang” ucapnya.

Video yang ikut dikompetisikan menurut dia adalah persembahan bagi Bangsa Indonesia. “Kita memenangkan dua penghargaan tertinggi dari UNWTO sebagai penyedia Video Pariwisata Terbaik di Dunia berkali-kali Indonesia menang”ungkapnya.

Hal tersebut menurut dia, membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah Bangsa Pemenang dan bukan Bangsa Pecundang dan Kemenangan tersebut adalah direncanakan dan direbut dengan kerja keras, keringat, cinta dan air mata, “Maju Serentak tentu kita menang”, tutupnya.

Berikut video Mentri Pariwisata, Arief Yahya Usai menerima penghargaan.

INDONESIA JUARA DUNIADUA AWARDS UNWTO Tourism Video Competition!!.Kategori: WINNER UNWTO Video Competition 2017 Region East Asia and Pacific dan People's Choice Award.Selamat dan Terimakasih Untuk Rakyat INDONESIA, Maju Serentak Tentu Kita Menang..#PesonaIndonesia #VideoIndonesiaKeren

Dikirim oleh Kementerian Pariwisata pada Kamis, 14 September 2017

Video pariwisata Indonesia yang maju dalam kompetisi UNWTO Video Competition 2017 berjudul “ Wonderful Indonesia: The Journey to A Wonderful World”.

https://www.youtube.com/watch?v=TT8J3wUX_YY

Video tersebut menampilkan berbagai keindahan destinasi pariwisata Indonesia seperti Yogyakarta, Bali, Jakarta, Lombok, Toraja, Raja Ampat, serta Wakatobi. Video ini disertai lagu latar ternama yakni What A Wonderful World oleh Louis Armstrong. (Alamsyah)

Menteri Pariwisata Arief Yahya memegang penghargaan video pariwisata Indonesia dalam lomba video pariwisata yang digelar oleh UNWTO.(KEMETERIAN PARIWISATA)

 

Ayo Dukung Indonesia di Kompetisi Video Pariwisata UNWTO 2017

Palangka Raya, Disbudpar-Tahun 2017 ini, Indonesia terpilih sebagai salah satu negara yang akan besaing dengan 63 negara lainnya mengikuti kompetisi video wisata yang digelar oleh United Nation World Tourism Organization (UNWTO).
Video pariwisata yang ikut dikompetisikan hasil produksi Kementerian Pariwisata, masuk dalam kategori People’s Choice, dengan tema “Wonderful Indonesia: The Journey to a Wonderful World” yang menampilkan beberapa destinasi dan budaya popular di Tanah Air, seperti Bali, Yogyakarta, Raja Ampat, Lombok, dan pesona bawah laut Wakatobi.

https://www.youtube.com/watch?v=TT8J3wUX_YY

Dikutip dari laman https://kominfo.go.id/, Kompetisi itu sendiri diadakan menyambut event ke-22 UNWTO General Assembly yang akan digelar di Chengdu, China pada September 2017.
Masyarakat diharapkan dapat berperan membantu pemenangan video Wonderful Indonesia dengan melakukan vote secara online di tautan berikut. Batas terakhir voting adalah 11 September 2017.
Silakan masuk ke laman[highlight] http://indonesia.travel/vote4id[/highlight] atau[highlight] https://t.co/0N0DWFeqKk [/highlight]kemudian isi nama, alamat email, lalu memilih video Wonderful Indonesia dan submit. Pemilih harus menggunakan satu email, menggunakan satu suara, satu IP Address, dan satu peranti (smartphone atau PC). Selain melakukan vote secara online, diperbolehkan untuk menyebar tautan video Wonderful Indonesia di sosmed pribadi dengan disertai tagar #UNWTOGAChina.
Berikut contoh form isian yang sudah penulis buat :

Setelah mengisi form, kemudian klik submit maka akan diarahkan ke halaman ucapan terima kasih telah memberikan vote atau suara dalam kompetisi UNWTO Tourism Video Tahun 2017.

United Nation World Tourism Organization (UNWTO), Organisasi Pariwisata Dunia di bawah naungan PBB, menggelar sebuah kompetisi video promosi pariwisata tingkat dunia bernama UNWTO Award-Tourism Video Competition. Kompetisi video ini bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada negara yang memiliki video promosi pariwisata yang paling diminati oleh publik. Selain itu, diselenggarakannya kompetisi ini tidak lain sebagai upaya untuk menyambut event ke-22 UNWTO General Assembly yang akan digelar di Chengdu, China pada bulan September ini. Mari kita vote dengan mengajak teman, saudara dan komunitas lainnya mendukung Negara tercinta kita INDONESIA!. (Alamsyah)

Perda Ripparda dan Perda Penyelenggaraan Kepariwisataan Disosialisasikan

Setelah melalui proses selama satu tahun, akhirnya Kota Palangka Raya memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Palangka Raya tahun 2017-2028 dan Perda Tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan. Dengan adanya kedua Perda tersebut, sektor pariwisata diharapkan bisa lebih tertata, tentunya akan lebih mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Cantik Palangka Raya.

Sejak diundangkan, kedua payung hukum mulai disosialisasikan Rabu 30/08/2017 di Aula Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya dan dibuka secara resmi oleh Plt Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Ir H Kandarani didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah,Dr. Guntur Talajan, Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, H. Rusliansyah, SE, M.AP, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya, Hj Norma Hikmah,M.Si dihadapan Camat, Lurah, pelaku usaha wisata dan sejumlah tokoh masyarakat Kota Palangka Raya.

Perda Nomor 11 Tahun 2017 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Palangka Raya tahun 2017-2028 mengatur 4 (empat) hal diantaranya Destinasi Pariwisata, Pemasaran Pariwisata, Industri Pariwisata dan Kelembagaan Pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya, Hj Norma Hikmah, M.Si mengatakan, Perda Ripparda merupakan rancangan besar pariwisata di Kota Palangka Raya untuk 10 tahun ke depan, agar pembangunan seluruh sektor pariwisata dapat lebih tertata. “Perda Ripparda, juga merupakan pondasi bagi kemajuan pariwisata di Kota Palangka Raya,”katanya.

Dijelaskan Norma, dalam Perda Ripparda mengatur rencana dan strategi pembangunan dalam dua tahapan. Tahap  satu tahun 2017 – 2022 sedangkan tahap dua tahun 2023 -2028.

Perda Ripparda juga memuat tentang Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) Kota Palangka Raya yang meliputi KSP 1-KSP Sei Gohong, dengan tema pengembangan pariwisata  Konservasi. KSP 2-KSP Tumbang Tahai, dengan tema pengembangan pariwisata Edukasi ( pendidikan budaya, pendidikan konservasi). KSP 3-KSP Pahandut, dengan tema pengembangan pariwisata Rekreatif ( wisata kuliner, wisata keluarga). KSP 4-KSP Kalampangan, dengan tema pengembangan pariwisata berbasis lingkungan atau Ekowisata 

Perda kedua yang juga disosialisasikan adalah Nomor 10 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan mengatur asas fungsi dan tujuan kepariwisataa Kota Palangka Raya, prinsif penyelenggaraan usaha pariwisata, Badan Promosi Pariwisata Daerah, peran serta masyarakat, pembinaan dan pengawasan, sanksi administratif, ketentuan pidana dan ketentuan penyidikan.  (Alamsyah)

 

Dari kiri, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Guntur Talajan, Plt Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Ir H Kandarani, Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, H. Rusliansyah, SE, M.AP, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya, Hj Norma Hikmah,M.Si saat Sosialisasi Perda Ripparda dan Perda Penyelenggaran Kepariwisataan di Aula Kecamatan Pahandut, 30/08/2017 (Foto : Alamsyah)

Doorprize Palangka Raya Fair 2017 Diserahkan

Palangka Raya,Disbudpar-Raut kebahagian terpancar dari wajah Nurlanda, sesaat setelah menerima doorprize berupa dispenser. Nurlanda merupakan salah satu pengunjung stand Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya (Disbudpar) yang beruntung memenangkan doorprize saat kegiatan Palangka Raya Fair 2017 berlangsung di Kompleks Lapangan Sanaman Mantikei beberapa waktu lalu.

Doorprize Kegiatan Palangka Raya Fair 2017 langsung diserahkan oleh Kepala Bidang Bina Pemesaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya, Yustinus Gunihardi,SE, MM di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya, Jumat (11/8/2017).

Usai menerima doorprize Nurlandapun mengaku senang, walau dirinya tidak terlalu berharap dan mengaku iseng mengisi kuesioner pada saat kegiatan Palangka Raya Fair 2017 berlangsung. Menurut Nur, sapaan akrab mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Palangka Raya itu, pertanyaan kuesioner dirasa cukup mudah walau bagi warga pendatang seperti dirinya di Kota Cantik Palangka Raya.

“Pertanyaan seputar objek wisata di Kota Palangka Raya, serta tanggapan tentang objek wisata tersebut. Saya juga mengisi saran untuk kemajuan Kota Palangka Raya kedepan,” ungkapnya.

Dia mengaku, walapun sebagai warga pendatang tapi cukup dekat dengan objek wisata yang ada terutama wisata alam dan budaya. Nur asli Kota Padang Sumatera Barat itupun mengaku, baru dua tahun menetap di Kota Palangka Raya, namun sudah mengunjungi banyak tempat destinasi atau objek wisata.

“Sering mengunjungi objek wisata. Kegiatan kampus, juga karena keingin sendiri dan keluarga untuk berwisata. Paling sering kami ke Bukit Tangkiling, kegiatan kampus kadang berlokasi di Bukit Tangkiling. Pemandangan yang sangat indah, kita juga bisa melihat indahnya alam Kota Palangka Raya dari ketinggian bukit,” ucapnya.

Sebagai warga Kota Cantik, Iapun berharap pihak Pemerintah Kota Palangka Raya, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk mengembangkan, mengelola dan terus mempromosikan objek wisata yang ada. Ia juga mengajak masyarakat agar bisa menjaga objek wisata, karena menurut dia, potensi wisata Palangka Raya sangat bagus dengan pilihan objek wisata yang beragam dari mulai wisata religi, alam dan budaya.

Selain Nurlanda, mereka yang beruntung kali ini ada Ibu Novi, Bapak Yansen dan Mas Ariz yang masing-masing mendapatkan setrika, Magic com dan Dispenser.

Yustinus mengucapkan selamat kepada para pemenang doorprize. Namun menurut dia, hadiah utama belum diambil berupa satu buah sepeda gunung, Pihaknya mengharapkan secepatnya diambil di Disbudpar termasuk pemenang hadiah lainnya seperti magic com dan Dispenser. Tak lupa, Yustinus juga mengingatkan bahwa seminggu kedepan jika hadiah tidak diambil para pemenang, maka pihak Disbudpar akan menyerahkan ke Panti Sosial. (Alamsyah)

Selamat kepada Yulanda pemenang Doorprize Kegiatan Palangka Raya Fair 2017. Doorprize langsung diserahkan oleh Kepala Bidang Bina Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya, Yustinus Gunihardi,SE, Jumat (11/8/2017). (Dok: Disbudpar)

Ibu Novi saat menerima doorprize berupa magiccom yang diserahkan oleh Kasi Pengembangan Promosi Pariwisata Dalam dan Luar Daerah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya, Agustina Titin, SE, Senin (14/08/2017). (Foto:Dok Disbudpar)

Kasi Pengembangan Promosi Pariwisata Dalam dan Luar Daerah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya, Agustina Titin, SE, Senin (14/08/2017) juga menyerahkan Dispenser kepada pemenang. (Foto:Dok Disbudpar)

Stand Disbudpar Terfavorit

PENUTUPAN PALANGKA RAYA FAIR 2017

Palangka Raya, Disbudpar-Stan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya (Disbudpar) keluar sebagai stan favorit pengunjung dari puluhan stand Dinas sebagai peserta yang mengikuti Palangka Raya Fair 2017. Pengumuman tersebut disampaikan pada penutupan Palangka Raya Fair 2017, bertempat di Kompleks Lapangan Sanaman Mantikei tadi malam (Rabu,09/08/2017).

Catatan panitia, pengunjung stand yang mengisi buku tamu mencapai 1.300 orang. Stan Disbudpar memang mendapat antusias dari para pengunjung. Sejak dibuka tangga 5-9 Agustus 2017, pengunjung rela antre untuk mengisi buku tamu. Mereka “menyerbu” stand Disbudpar, selain mencari informasi tentang Pariwisata Kota Palangka Raya, juga memadati photobooth yang disediakan. 

Pada Palangka Raya Fair 2017, Disbudpar sengaja menyediakan photobooth  bagi siapa saja yang berminat berfoto menggunakan kostum dan aksesoris adat Dayak Khas Kalimantan Tengah. Para pengunjung dapat berfoto baik melalaui gadget masing-masing maupun melalaui kamera panitia. pengunjung hanya diwajibkan mengupload foto ke sosial media dengan melampirkan hastag #explorepalangkaraya dan #ayomajakanpalangka.

“Walikota Palangka Raya, H.M. Riban Satia, didampingi Istri saat mengisi buku tamu di Stand Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya pada Kegiatan Palangka Raya Fair 2017 di Kompleks Lapangan Sanaman Mantikei Kota Palangka Raya beberapa waktu lalu”. (Foto: Dok. Budpar)

Banjir Hadiah

Pada acara penutupan Palangka Raya Fair Tahun 2017 tadi malam di stand Disbudpar juga banjir hadiah (doorprize). Pencabutan undian sangat meriah dan langsung dilakukan oleh pengunjung diselingi joget bersama diringi musik dan lagu.   

Berikut Nama-nama Pemenang :

  1. Diskarius R,Y mendapatkan Setrika
  2. Yansen mendapatkan setrika
  3. Nurlanda mendapatkan Dispenser
  4. Aris mendapatkan Dispenser
  5. Novia mendapatkan Magic Com
  6. Migepsie mendapatkan Magic Com
  7. Novi mendapatkan Televisi
  8. Renie H mendapatkan Sepeda Gunung

Sayangnya, para pemenang yang diumumkan tadi malam tidak satupun hadir. Pihak Disbudpar hanya mencatat nama-nama pemenang dan akan dihubungi via telpon.

Kasi Pengembangan Promosi Pariwisata Dalam dan Luar Daerah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya, Agustina Titin, SE, Kamis (10/8/2017) mengharapkan, para pemenang mengambil doorprize ke Dinas Kebudayaan dan Patriwisata Kota Palangka Raya Jl Tjlik Riwut km 2,5 Palangka Raya, pada jam kantor dari senin sampai Jumat dengan membawa bukti diri yang masih berlaku.

“Batas pengambilan doorproze selama 10 hari sejak pemenang diumumkan, jika tidak diambil akan diserahkan ke Panti Sosial”terangnya. (Alamsyah)

 

“Keseruan pencabutan undian doorprize oleh para pengunjung stand pada Kegiatan Palangka Raya Fair 2017 di Kompleks Lapangan Sanaman Mantikei Kota Palangka Raya, Rabu malam, 09/08/2017”. (Foto: Dok. Budpar)

 

Photobooth Disbudpar Jadi Viral

Palangka Raya Fair 2017

Palangka Raya, Disbudpar – Sejak dibuka secara resmi oleh Walikota Palangka Raya H.M Riban Satia, Sabtu malam (5/8/2017) Palangka Raya Fair 2017 berlokasi di Kompleks Lapangan Sanaman Mantikei terus dipadati pengunjung. Antusias pengunjung memadati sekitar 75 stand baik dari OPD Pemerintah Kota, Pemerintah Provinsi, Perbankan dan tak lupa stand para pelaku usaha kecil menengah di kota Palangka Raya.

Stand Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya juga tak luput dari serbuan para pengunjung, antusias pengunjung memadati photobooth yang disediakan Disbudpar. Mereka terlihat antre untuk berfoto dan meng-upload hasil foto tersebut ke sosial media. Tagar #explorepalangkaraya dan #ayomajakanpalangka pun kini menjadi viral di sosial media, terutama Facebook dan Instagram dengan komentar-komentar positif untuk kemajuan Kota Palangka Raya. 

Seperti diungkapkan akun Indah Yosevina Silaen mengajak warga Kota Palangka Raya khususnya, untuk berkunjung ke Palangka Raya Fair terutama ke stand Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya. “Kunjungi stand Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya pada Event Palangka Raya Fair 2017 di Sanaman Mantikei 5 – 9 Agustus 2017. Kamu bisa foto2 dengan pakai baju adat dayak…for free 🙂 🙂 dan juga ada angket berhadiah lhoo” ajaknya.

Akun Agustina Titin juga mengungkapkan keseruan para pengunjung stand untuk berfoto dan mengisi angket doorprize.

Selain foto dengan gadget masing-masing, pengunjung juga difoto menggunakan kamera panitia dan akan diupload ke sosial media Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya. 

Photobooth instagramable disediakan gratis, para pengunjung hanya diwajibkan mengupload foto ke sosial media dengan melampirkan hastag #explorepalangkaraya dan #ayomajakanpalangka. Stand Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya menempati lokasi pameran indoor buka dari tanggal 5 – 9 Agustus 2017 dari pukul 14.00 s/d 22.00 WIB. (Alamsyah)

 

 

 

Palangka Raya Fair 2017, Walikota dan Wakil Walikota Kunjungi Stand Disbudpar

Hastag #explorepalangkaraya dan #ayomajakanpalangka Bermunculan

Palangka Raya, Disbudpar – Usai membuka secara resmi Palangka Raya Fair 2017 yang diselenggaran di Kompleks Lapangan Sanaman Mantikei Sabtu malam (5/08/2017), Walikota Palangka Raya, H.M Riban Satia didampingi  Istri dan Wakil Walikota Dr. Mofit Saptono didampingi Istri mengunjungi stand Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya (Disbudpar). Walikota dan Wakil Walikota berkesempatan berfoto di photobooth instagramable yang tersedia di stand Disbudpar.

Tak lupa Walikota dan Wakil Walikota juga menyematkan foto dengan tagar #explorepalangkaraya dan #ayomajakanpalangka di sosial media. Keberadaan photobooth ini cukup menarik perhatian dikalangan pengunjung Palangka Raya Fair 2017. Foto-foto di tagar tersebutpun kini mulai bermunculan di sosial media dan menjadi viral.

Photobooth instagramable disediakan bagi mereka yang ingin berfoto menggunakan pakaian adat Khas Dayak Kalimantan Tengah dan khusus disediakan secara gratis, para pengunjung hanya diwajibkan mengupload foto ke sosial media dengan melampirkan hastag #explorepalangkaraya dan #ayomajakanpalangka.

 “Tagar dimaksud dengan tujuan untuk mempromosikan Kota Palangka Raya kepada khalayak ramai melalui sosial media, kita menggunakan tagar #explorepalangkaraya dan #ayomajakanpalangka” Kata Kepala Bidang Bina Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya, Yustinus Gunihardi, SE.,MM (Minggu, 06/08/2017).

Hastag dengan tanda (#) dimaksudkan untuk menampilkan kumpulan foto, video atau teks yang unik dan menarik terutama menurut sistem Instagram, Facebook dan Twitter. Foto, video atau teks yang diupload di hastag akan terkumpul dengan berbagai macam akun yang mengupload dengan mencantumkan hastag yang sama.

Stand Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya menempati lokasi pameran indoor buka dari tanggal 5 – 9 Agustus 2017 dari pukul 14.00 s/d 22.00 WIB.

Kegiatan Palangka Raya Fair dilaksanakan dalam rangka memeriahkan hari jadi ke-60 Kota Palangka Raya dan Hari Jadi Ke-52 Pemerintah Kota Palangka Raya Tahun 2017. Kegiatan tersebut dipusatkan di kompleks Lapangan Sanaman Matikei Kota Palangka Raya dan secara resmi dibuka Sabtu malam 5/08/2017 pukul 19.00 WIB.  Selain menampilkan stand Dinas/Badan/Instansi serta pihak swasta di Kota Palangka Raya, Kegiatan tersebut dalam rangka menampilkan berbagai produk dan kerajinan dari para pelaku usaha di Kota dengan motto “Cantik” ini. (Alamsyah)

“Walikota Palangka Raya, H.M Riban Satia didampingi  Istri (foto kiri) dan Wakil Walikota Dr. Mofit Saptono didampingi Istri  (foto kanan) berkesempatan berfoto di photobooth instagramable yang tersedia di stand Disbudpar, 05/08/2017”. (foto:Dok Disbudpar)