Kota Palangka Raya memiliki potensi wisata yang masih harus dikembangkan agar dapat menjadi objek wisata unggulan, dalam mencapai tujuan tersebut Pemerintah Kota Palangka Raya telah menyelesaikan kebijakan, yaitu Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPARDA) Kota Palangka Raya dan diperkuat dalam bentuk Peraturan Daerah Kota Palangka Raya Nomor 11 Tahun 2017 tentang Rencana Induk Pembanguan Kepariwisataan Kota Palangka Raya tahun 2017-2018.

Rencana induk pembangunan pariwisata daerah (RIPPARDA) merupakan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah daerah dalam hal mengatur pembangunan pariwisata, dengan tujuan sebagai acuan pedoman dalam perencanaan pembangunan pariwisata di daerah sesuai dengan potensi-potensi wisata yang ada, sehingga mampu menjadi daya tarik wisata Daerah.

Ripparda Kota Palangka Raya berisi penjelasan mengenai Destinasi Wisata, Potensi Wisata, Kawasan Wisata dan Denah Wisata yang di kombinasikan menjadi Peta Kawasan Strategis Pariwisata (KSP). Berdasarkan RIPPARDA dan PERDARIP, Kota Palangka Raya dibagi menjadi 4 Kawasan Strategis Pariwiisata yang terdiri dari:

  1. KSP 1 – KSP Sei Gohong, dengan tema pengembangan Pariwisata Konservasi berupa pengembangan DTW yang terdiri dari:
  • Hutan Ulin Mungku Baru
  • Sandung Bawi Kuwu
  • Hutan Pendidikan.
  1. KSP 2 – KSP Tumbang Tahai, dengan tema pengembangan pariwisata edukasi (Pendidikan budaya, Pendidikan Konservasi) berupa pengembangan DTW yang terdiri dari:
  • Desa Wisata Sei Gohong
  • Desa Wisata Kanarakan
  • Pulau Kaja
  • Sei Batu
  • Pura Sali Paseban Batu
  • Bukit Karmel
  • Batu Banama
  • Perkemahan Nyaru Menteng
  • TWA Bukit Tangkiling
  • Danau Tahai
  1. KSP 3 – KSP Pahandut, dengan tema pengembangan pariwisata Rekreatif (Wisata Kuliner, Wisata Keluarga) berupa pengembangan DTW yang terdiri atas :
  • Susur Sungai Kahayan
  • Tajahan Tjilik Riwut
  • Betang Mandala Wisata
  • Museum Balanga
  • Pasar Blauran
  • Souvenir Shop
  • Monumen Tugu Soekarno
  • Kawasan Kuliner di Flamboyan
  • Danau Hanjulutung
  1. KSP 4 – KSP Kalampangan, dengan Tema Pengembangan Pariwisata Berbasis Lingkungan atau Ekowisata berupa pengembangan DTW yang terdiri atas:
  • Makam Kubah Kuning
  • Danau Tundai
  • Desa Kereng bangkirai
  • Perkemahan Tuah Pahu
  • Sandung Ngabe Sukah
  • Sungai Koran (Taman Nasional Sebangau)

 Adanya pembagian Kawasan Strategis Pariwisata mempermudah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya dalam melakukan pembangunan dan pengembangan Daya Tarik Wisata (DTW). Hal ini membuat RIPPARDA menjadi dasar acuan dalam pembangunan Pariwisata di Kota Palangka Raya. (Mahmut Akhirin, 2018)