Batu Banama terletak di kaki Bukit Tangkiling Desa Tangkiling Kecamatan Bukit Batu, yang jarak tempuh dari pusat Kota Palangka Raya kurang lebih 34 km dengan memakan waktu sekitar 30 menit. Akses masuk menuju Obyek Wisata Batu Banama kurang lebih 1 km dari jalan raya menuju Kasongan. Wisatawan bisa menggunakan kendaraan umum seperti Bus dan mini bus, pengunjung juga dapat menuju lokasi dengan menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat.

                Batu Banama memiliki cerita yang melegenda di masyarakat setempat karena bentuk batu yang mirip seperti perahu, konon ceritanya pada dahulu kala batu tersebut adalah sebuah banama (bahtera) yang berubah menjadi batu. Jalan ceritanya mirip dengan kisah Sangkuriang, cerita tentang seorang jejaka Sunda yang berniat menikahi ibunya sendiri, yaitu Dayang Sumbi. Demikian halnya Legenda Batu Banama, legenda ini menceritakan tentang seorang pemuda Dayak yang tanpa sadar menikahi ibunya sendiri. Peristiwa ini dikutuk Dewata, pemuda itu dan enam orang pengawalnya beserta banamanya (bahtera) disambar petir kemudian berubah jadi batu. Sedang sang ibu terkurung hidup-hidup dalam banama yang berubah menjadi batu yang oleh masyarakat sekitar disebut “Batu Banama”. Cerita lainya adalah tentang legenda Bawi Kuwu yang cantik jelita terkurung dalam Batu Banama belum berakhir. Konon dikisahkan sejak dahulu Bawi Kuwu punya keahlian menjahit pakaian. Bagi orang-orang yang percaya hal gaib akan memasukkan kain dalam salah satu celah di sisi samping Batu Banama, kemudian secara ajaib pakaian yang sudah terjahit akan keluar dari celah tersebut. Namun suatu ketika, ada orang Bakumpai (suku Dayak Bakumpai) yang penasaran ingin melihat Bawi Kuwu yang kabarnya cantik dan pintar menjahit itu. Dipancingnya Bawi Kuwu dengan sepotong kain untuk mengeluarkan tangannya dari celah itu. Begitu tangan Bawi Kuwu terjulur dari celah, disambarnya tangan perempuan itu. Namun Bawi Kuwu tetap juga tak dapat diseret ke luar. Saking jengkelnya, orang Bakumpai tadi menghunus parangnya, dan memancung tangan Bawi Kuwu. Sejak saat itu, celah itu tertutup, dan Bawi Kuwu yang sudah buntung tangannya itu tak lagi mau melayani jahitan pakaian seperti semula. Demikian cerita singkat tentang tentang Batu Banama.

                Obyek Wisata Batu Banama merupakan salah satu tempat wisata alam yang memiliki panorama alam dengan batu batu besar dan berbukit. Ada beberapa fasilitas seperti gazebo yang dibangun oleh Pemerintah dan akses jalan agar memberi rasa nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke Batu Banama. Di lokasi Batu Banama juga terdapat beberapa rumah-rumah kecil atau biasa disebut Pasah Patahu, diantara Pasah Patahu ini terdapat keramat Bapak Tjilik Riwut yang dibangun beberapa tahun lalu. Tjilik Riwut adalah salah satu putera Dayak dari suku Dayak Ngaju yang menjadi anggota KNIP. Perjalanan dan perjuangannya kemudian melampaui batas-batas kesukuan untuk menjadi salah satu pejuang bangsa. Penetapannya sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI No. 108/TK/Tahun 1998 pada tanggal 6 November 1998 merupakan wujud penghargaan atas perjuangan pada masa kemerdekaan dan pengabdian membangun Kalimantan (Tengah). Selain itu juga terdapat Pura yang dibangun oleh Umat Hindu untuk tempat sembayang pada hari-hari tertentu. Tunggu apa lagi bagi wisatawan yang ingin datang dan berkunjung ayo langsung datang saja ke Obyek Wisata Batu Banama. (Abe)