Diperlukan Pemimpin Kreatif Dan Inovatif Memajukan Pariwisata Daerah

Palangka Raya, Disbudpar-Potensi daerah tidak akan berarti apa-apa jika tidak diimbangi dengan kepemimpinan yang kreatif dan inovatif. Pemimpin harus mampu mendayagunakan potensi daerah yang dimiliki bagi kepentingan masyarakat.

Salah satu daerah sukses dan telah mampu mendayagunakan potensi daerah yang luar biasa adalah Kabupaten Banyuwangi, selain didukung sumber daya alam, tak kalah penting sumber daya manusia, terutama pemimpin yang jauh punya visi dan misi kedepan untuk  membangun daerah.

Hal tersebut terungkap pada seminar nasional di Swisbell Hotel Danum, Kota Palangka Raya, Selasa (24/10/2017) oleh nara sumber Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, MY Bramuda. Seminar tersebut mengangkat tema ‘Mendorong Pariwisata Kalimantan Tengah dalam Rangka Diversifikasi Sumber Pertumbuhan Ekonomi’.

Kesuksesan kabupaten berjuluk ‘sunrise of java‘ itu memang tak diragukan lagi, dan telah diakui dunia, menurut MY Bramuda, salah satunya menerima penghargaan Badan Pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa (The United Nations World Tourism Organization/UNWTO) dalam ajang 12th UNWTO Awards Forum di Spanyol 2016. Banyuwangi menyabet UNWTO Awards for Excellence and Innovation in Tourism untuk kategori ‘Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola’.

Dijelaskan dia, beragam strategi pemasaran sebagai benchmarking yang dilakukan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, telah mampu mengangkat pamor daerah. Selain menjadi destinasi wisata unggulan, Banyuwangi juga dilirik sebagai tempat berinvestasi karena dinilai salah satu daerah yang paling inovatif dan sadar marketing, serta telah berhasil menyinergikan pengembangan destinasi wisatanya dengan stakeholder, termasuk dengan BUMN melalui penerapan 4 pilar kunci peningkatan kinerja pariwisata, yakni Aksessibilitas, Amenitas, Atraksi dan Komitmen.

“Banyuwangi dulu identik dengan kota santet dan kota transit sebelum ke Bali, bahkan yang lebih ekstrim adalah kota “kencing”. Sekarang bagaimana kami bersinergi hingga menjadi sebuah kabupaten percontohan, karena dianggap merupakan daerah yang sudah mampu membawa perubahan kearah yang lebih baik untuk masyarakatnya melalui aktivitas pariwisata,”ungkap MY Bramuda.

Berbagai kemajuan tersebut kata dia, sudah dirasakan bersama oleh semua lapisan masyarakat, bagaimana tingkat kemiskinan jauh menurun. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka kemiskinan terbaru kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Jawa itu tercatat 8,79 persen, turun dari tahun sebelumnya yang sebesar 9,17 persen.

Dijelaskan, dalam kurun waktu 6 tahun Banyuwangi sudah banyak berubah, dari image kota santet menjadi kota digital. Bahkan berbagai tempat destinasi wisata Banyuwangi kini sudah sangat dikenal, baik wisatawan lokal maupun mancanegara, dan sudah mampu menyelenggarakan event/festival sebanyak 72 kali setiap tahunnya. Dengan berbagai event tersebut, dipastikan ada dalam setiap minggunya. Sekarang Banyuwangi bukan lagi hanya menjadi kota transit, tapi menjadi kota tujuan wisata setelah Bali.

Banyuwangi juga dinilai telah mampu mengaplikasikan teknologi informasi dalam menunjang aktivitas pemerintahan, berbagai fasilitas sosial media telah dimanfaatkan dengan baik. Dalam hal promosi wisata daerah menempatkan 1000 anak muda kreatif yang membantu mempromosikan daerah dengan berbagai media.

“Bagaimana mengkolaborasi fokus pada pencapaian hasil yang ingin dicapai. Ego sektoral menjadi kendala utama birokrasi di Indonesia, membangun daerah adalah hasil kolaborasi dari semua pihak, Banyuwangi sukses mengalahkan Ego sektoral tersebut. Sehingga terbangun super tim yang handal,”katanya.

Bupati Banyuwangi ditambahkan dia, juga menunjukkan spirit marketing dalam kesehariannya dan mempunyai jiwa leadership yang mampu mendorong perubahan PNS secara baik. “Karena kami sadar pemasaran daerah adalah hal strategis yang harus dilakukan untuk memajukan daerah. Bahkan, Pak Bupati memosisikan dirinya sebagai seorang salesman bagi Banyuwangi dalam berbagai forum dan kesempatan buktinya sudah mendapat pengakuan dunia dengan meraih berbagai penghargaan,”pungkasnya.

Seminar sehari yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tersebut, menghadirkan 4 nara sumber, yakni Suparjo pejabat Kementerian Pariwisata, I Gede Ardika Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata yang juga mantan Menteri Pariwisata, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah Guntur Talajan dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi . (Alamsyah)